Archive for July 1st, 2006

01
Jul

jangan menyesal

Jangan pernah menyesali…

Jangan pernah menyesali apa yang kita pernah lalui dalam hidup..

Baik itu.. kegagalan, pencapaian, kehancuran, putus hubungan, disconnection, disharmoni, berlawanan,..

Karena toh pada akhirnya kita memang sampai kesana juga..

Orang mungkin boleh takut gagal.. tapi apa juga arti kegagalan…. Apa kalau kita bisa antisipasi kita terus menerus bisa lepas dari kegagalan..

Ada

yang bilang.. dia mungkin sebuah keberhasilan yang hanya saja meski tertunda.. atau juga disconnection.. mungkin itu juga pertanda kita memang harus sampai pada koneksi baru…

Atau terbarukan dan diperbarui…

Kisah hidup kita memang unik.. tapi seperti juga kata keiya setelah membaca buku Celestine prophecy.. bahwa.. bahwa “yang terjadi memang adalah yang harus terjadi”…

Tanpa perlu dan bisa ditawar..

Bisa di cegah.. tapi bilanya harus terjadi.. yah terjadilah

Sebab.. manusia hidup dalam latar bernama takdir..

Terjadilah maka terjadilah.. begitu juga dengan sabda Tuhan…

Karena kejadian adalah keluasan dari keberadaan dari Sang Maha Ada itu..

Dan setepatnya ia mendefinisikan keadaan yang segala maha ada.. itu

Baik kehidupan, kematian, kelahiran, keguguran, kedatangan juga berada didekat kepergian…

Ada

2 pandangan tentang takdir.. yakni mereka yang percaya bahwa kalau hidup kita bila sudah dikehendaki di kiri maka akan berada dikiri jalan.. sedangkan jika Sang maha kehendak menghendaki kita di kanan maka dikanan jalanlah kita….jadi tekanannya pada subyektifitas sang Maha Kehendak…

Sedangkan pandangan satu lagi… bahwa takdirpun bisa merupakan obyektifitas sang Maha Kehendak.. bahwa manusia merupakan lahan free will dari kehendak subyektif sang Maha Kehendak sendiri.. tinggal manusia mampu melihat takdir sebagai apa…

Kita selalu berpikir kalau ditimpa sebuah perkara pasti.. kita akan bilang .. “yah ini sudah takdir hatus kita terima”

Ga ada yang salah.. karena memang dihadapan sang Takdir kita memang bukan penguasa..

Orang bijak bilang.. jangan melawan takdir. Tapi berlakulah yang terbaik.. dari hidup..

Sebab takdir adalah juga obyektif immutable…

Kalaupun kita gagal.. tidak beruntung, miskin, menderita, sengsara atau sekalipun kita mati.. ataupun sekalipun kita masuk neraka.. yang penting kita melakukan yang terbaik yang kita bisa pahami tentang kehidupan ini…

Ah.. rasanya kita tidak mungkin masuk neraka… kalau kita berbuat baik.. dan berpegang teguh pada logika semesta.. logika-logika universal.. tentang keikhlasan, keadilan, kebajikan yang kesemuanya bernilai universal..baik tentang Tuhan, tentang, hidup, tentang, perjalanan dan kematian…

Toh.. kita sendiri tidak tahu kita ini siapa dan apa???

jangan menyesali apapun yang dikaruniakan sang Takdir pada kita.. karena pada kenyataannya kita hanyalah seongok placenta yang di titipkan sejumput energi.. untuk bisa merasakan.. mencintai, . berpikir..

berjalan.. menghirup nafas.. bernafsu.. berhasrat,.. bertingkah…

toh kita ini sebenarnya… hanya sebuah titik kecil dilingkaran semesta…

bukan begitu…???

lakukan yang terbaik.. yang kita bisa… jangan menangis.. dan bila mana harus menangis… menangislah…

dan bila mana harus tertawa.. tertawalah.. mendengkilah.. marahlah..

mencintailah.. tapi satu hal.. jangan menyesali…

dan sekalipun memang harus menyesali.. maka menyesali lah.. paradoks sekali..memang.